Perlukah Melatih Meditasi Setiap Hari?

Semoga dalam kesempatan kali ini, semuanya dalam keadaan baik. Yang dimaksudkan dengan baik itu artinya kita masih bisa untuk menjalankan kehidupan kita sehari-hari dan masih bisa berlatih bermeditasi. Karena banyak orang diluar sana yang kurang beruntung atau dalam keadaan tidak baik, mungkin sedang menderita sakit parah di rumah sakit atau mungkin mempunyai kesibukan yang terpaksa, yang tidak bisa dihindari harus dilakukan, sehingga tidak sebaik kita, yang berkesempatan untuk melatih pikiran harmonis kita untuk muncul dan bertambah kuat.

Mungkin saja kita juga ada masalah, dalam arti masalah hidup, problem yang harus kita hadapi, tapi tetap baik karena kita masih bisa berusaha menggunakan kebaikan-kebaikan yang kita miliki, yang kita syukuri untuk meningkatkan kualitas badan, pikiran dan tentu saja kualitas hidup.  Salah satu caranya itu adalah melatih pikiran harmonis kita agar kuat melalui meditasi.

Nah, kali ini topik yang dipilih akan membahas berkaitan dengan “Mengapa kita perlu bermeditasi?”

Kita sebagai manusia, mempunyai badan, pikiran dan jiwa atau kadang-kadang disebut soul atau atman atau roh atau kesadaran, silakan disesuaikan dengan ajaran agama kita masing-masing. Nah, badan dan pikiran kita sama, hampir semua orang sama, hanya mungkin kekuatannya berbeda-beda, kondisinya, kualitasnya berbeda-beda. Tapi, dia sangat universal. Dia adalah alat kehidupan kita, yaitu “alat yang mengetahui”.

Karena roh, atman, kesadaran atau jiwa ini “dia yang mengetahui”, yang bisa kita latih, supaya dia lebih bagus kualitasnya. Dengan kata lain, level konsentrasi, kesadaran, cinta kasih, rasa damai, rasa hening, tingkat kebijaksanaannya dapat menjadi semakin bagus dan kuat agar kualitas kehidupan kita bertambah baik.

Seperti yang sudah kita ketahui, otot-otot pikiran terdiri dari 52, yaitu 14 otot yang buruk, 13 yang netral, dan 25 yang indah. Perhatikan bagan berikut untuk ringkasannya.

Sumber : Meditasi Bali Usada – Reguler Usada 1- Pertemuan kelima

Setiap kita berlatih meditasi, kita berusaha melatih pikiran baik dan pikiran netralnya supaya makin kuat.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menghadapi yang harus dihadapi dengan kegelisahan, atau kita hadapi dengan kekhawatiran, kemalasan, kebosanan, kerinduan ataupun ketagihan. Akibatnya, kecenderungan dari pikiran kita itu ototnya menjadi buruk. Ketika kita mau berbuat baik, jika otot pikiran kecenderungannya buruk, sulit sekali untuk berbuat baik. Oleh karena kecenderungan atau karakter ini, hendaknya kita latih supaya pikiran kita biasa baik, dalam hal ini dibiasakan baik yang harmonis melalui meditasi. Singkatnya, meditasi menjadi penting dan perlu dilakukan untuk melatih pikiran supaya menjadi harmonis.

Melalui pikiran yang harmonis, dia bisa memasuki badan dan memori semakin dalam, sehingga kita tidak terhanyut oleh kegelisahan, kebencian, kekhawatiran, ego, kerinduan ataupun kemalasan. Dengan kata lain, ketika pikiran harmonis hadir, badan dan memori kita menjadi sadar, lembut, penuh dengan cinta kasih dan kebijaksanaan. Tentu saja, pelepasan-pelepasan reaksi-reaksi buruk di memori dan problem-problem yang kurang baik di badan mudah-mudahan dapat dibantu, atau bahkan disembuhkan. Sehingga, kita semakin sehat dan kita semakin tenang dalam menghadapi hidup ini. Jadi, salah satu tujuan dari bermeditasi adalah melatih menguatkan pikiran harmonis.

Apapun yang kita lakukan, ketika kita menggerakan badan kita, berbuat dengan badan kita, mungkin kita berjalan. Kita mengangkat barang, ataupun berolahraga. Kalau kita berada di kesadaran yang baik, lembut,  lalu lakukan dengan konsentrasi yang bagus, dia menjadi perbuatan baik. Nah, apapun yang kita pikirkan, kita evaluasi, kita lakukan di dalam pikiran kita, kalau munculnya otot-otot pikiran harmonis, dia menjadi berpikir baik. Andaikan badan dan pikiran kita baik, sehat, alat ini baik, kecenderungan dalam hidup untuk kita merasa damai, tenang, kecenderungan perbuatan kita, terutama karakter kita, reflek kita, dia pasti mengarah ke bagian yang baik. Jadi, itu sebabnya penting sekali untuk melatih pikiran harmonis, karena kita selalu menggunakannya setiap hari, tentu saja dia mengalami banyak goncangan karena bagian dari hidup kita. Oleh karena itu, marilah kita berusaha bersama-sama untuk melatih pikiran harmonis (pikiran yang sadar, yang lembut, yang bijaksana, yang konsentrasinya bagus) dalam hidup ini secara rutin dengan cara bermeditasi setiap hari.

Berusahalah hari ini juga!
Siapa tahu kematian ada di esok hari.
Karena tawar menawar dengan Sang Raja Kematian,
bersama pasukan besarnya tiada bagi kita.

(Salah satu stanza dari Bhadekaratta Sutta)

Semoga semua hidup berbahagia.

Bagaimana Caraku Menghadapi Jebakan dalam Bermeditasi?

Berbicara terkait dengan meditasi memang terkesan tidak ada habisnya. Meskipun demikian, sebisa mungkin aku berusaha terus konsisten membagikan berbagai informasi perihal meditasi yang tentu saja sudah aku rasakan sendiri manfaatnya sebelum menuliskan ulang dalam blog ini.

Beberapa orang masih menganggap meditasi adalah hal yang mudah dan mungkin sekedar latihan pernapasan saja. Tapi, faktanya meditasi tidak semudah itu. Meditasi juga bukanlah latihan pernapasan, melainkan hanya memanfaatkan napas sebagai alat bantu untuk memunculkan pikiran harmonis saja. Mengapa meditasi bukan latihan pernapasan? Karena dalam meditasi kita tidak berusaha mengatur keluar-masuknya napas, melainkan hanya menyadarinya. Kita tidak berusaha untuk mengendalikan napas, baik itu napas yang panjang, pendek, tersambung, terputus, kasar, halus, keras maupun lembut. Kita membiarkan napas berjalan dengan alami.

Tidak sedikit dari kita yang sudah berlatih meditasi tapi terasa tidak ada peningkatan sama sekali. Bisa jadi, hal tersebut terjadi karena kita dikelabui oleh jebakan yang timbul dalam berlatih meditasi. Salah satu jebakan dari bertambahnya pengetahuan dan pengalaman dalam meditasi adalah lupa akan tujuan awal.

Yang kedua, jangan lupa pre-conditioning sebelum meditasi. Why? Bagi umat perumah tangga (kecuali dirimu adalah pertapa yang meditasi 20 jam sehari), faktor-faktor mental yang digunakan saat menjalani keduniawian adalah bertolak belakang dengan praktik spiritual.

Dalam menjalani keduniawian, ego dan nafsu sangat diperlukan sebagai penggerak untuk tetap bersemangat dan memenuhi tuntutan kehidupan. Sebaliknya, dalam praktik spiritual, ego, nafsu, gairah dan semangat akan menjadi belenggu dan rintangan. Bahkan, ketika terlalu happy, dijamin kamu pun akan sulit memasuki kondisi meditatif.

Oleh karena itu, pre-conditioning sebagai jembatan untuk menyediakan tempat, badan dan batin ke frekuensi spiritual itu diperlukan. Sampai duniawi perlahan ditinggalkan dan spiritualisme menjadi penggerak utama kehidupanmu, pre-conditioning tidak lagi diperlukan.

 

Always Have Day one mentality, bring back the right intention and pre-conditioning

Pre-conditioning for Meditation

Yang saya maksud adalah mempersiapkan batin untuk masuk ke frekuensi spiritiual. Sekarang apa saja yang dominan dalam kehidupan duniawi dan menjauhkan pada spiritual? Pertama adalah nafsu keinginan yang kasar. Kedua adalah niat, pengertian dan pengharapan yang keliru.

Dana (latihan kemurahan hati) dan Sila (latihan kemoralan) adalah fondasi meditasi. Tapi mengerti tujuannya? Tidak lain adalah mengikis nafsu. Jadi, kalau praktik berdanamu justru makin meningkatkan nafsu dan kemelekatan, kamu akan susah move-on karena kegirangan dipuji-puji. Meditasi akan jadi susah karena terus-menerus diulang dalam pikiran. Padahal berdana untuk melepas.

Esensi menjalankan Sila juga untuk mengendalikan nafsu. Jadi, meskipun hari itu tidak melanggar sila, tapi diliputi nafsu dan emosi, meditasi juga akan lebih sulit. Meskipun yang dilakukan mungkin bermanfaat bagi orang lain.

Pre-conditioning membantu menetralisir vibration kasar tersebut sehingga proses latihan spiritual menjadi alami.

Caranya berbeda-beda untuk masing-masing individu. Misalnya, bersihkan tubuh dan istirahatkan indera. Kondisikan tempat atau miliki tempat yang sakral sehingga vibrasi duniawi luntur. Jaga aktivitas sebelum meditasi agar mengarah pada ketenangan. Apa yang dimakan dan seberapa banyak juga berpengaruh. Bisa baca paritta singkat dulu atau stretching dulu dan sebagainya. You have to find your own switch/trigger to come back home.

Kalau sudah terampil, cukup gunakan mental trigger (misal: Bud-Dho) sudah bisa langsung masuk, di kondisi apapun. Tapi, orang yang duniawinya sangat sibuk dan bukan hidup di kondisi yang ideal, pre-conditioning ini dapat membantu.

Bahkan, bagi yang sudah terampil, pre-conditioning akan membantu agar latihan dia berada di jalur yang benar. Selain itu, kuncinya adalah menyadari segala sesuatu yang baik ataupun buruk, yang nyaman ataupun tidak nyaman secara netral, tanpa menghakimi dan pembenaran, serta melihat semua fenomena sebagaimana mestinya. Karena fenomena apapun akan selalu berubah, ia tidak kekal.

Free photo Monk Meditating Monk Meditate Meditation Zen - Max Pixel
Buddhist Monk Meditating

Last but not least, berjuanglah dengan sepenuh hati, dengan hati yang semakin melepas. Just be a student and practioner of the noble way. Keep practicing. Everything else will just follow.

It’s never going to be easy but It’s always going to be worth-it.

-Irvyn Wongso

Sampai jumpa di post selanjutnya. Semoga Semua Hidup Berbahagia

Notes :
Tulisan di atas terinspirasi dan dikompilasikan dari beberapa IG Story irvyn wongso (@irvynwongso)

Hidup adalah Sebuah Pertandingan

Kita kembali diingatkan akan hal tersebut karena apabila dilihat dari proses berpikir, pikiran kita itu munculnya jutaan, bahkan dikatakan triliunan kali per detik. Dia cepat sekali dan muncul melalui pancaindra. Sayangnya, proses berpikir yang kita sadari hanya antara 2-5%. Sedangkan yang lainnya itu, sekitar 95%, kita lakukan dengan bereaksi setengah sadar ataupun di bawah sadar, bisa berupa reaksi pikiran yang baik ataupun justru yang buruk.

Mari kita tinjau contoh berikut ini. Begitu kita bangun pagi, kita sadar oh saya bangun. Sesaat setelah kita sadar dengan diri kita maupun badan kita. Kita sadar rasanya kok seperti kurang enak, “misalnya, ingin buang air kecil begitu”, lalu kita pergi dari tempat tidur kita dan menuju ke kamar mandi. Seakan-akan, pikiran sadar kita sudah berada di kamar mandi. Namun, ketika kita turun dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi,  kita tidak sadari pergerakan kaki kita, baik kaki kita yang kiri ataupun yang kanan. Begitu sadar, kita sudah berada di kamar mandi. Contoh yang sederhana ini memberikan gambaran terkait teknis kemunculan pikiran bawah sadar kita yang sering kali luput dari perhatian.

Jadi, dalam kehidupan sehari-hari banyak yang seperti itu. Contoh yang lain, ketika kita ingin makan, umpamanya, kita mengisi sendok dengan nasi, sambal sedikit dan sayur. Kita memang sadar ketika memilih makanan tersebut. Namun, selagi kita memasukkan makanan tersebut ke mulut, lalu telinga kita mendengarkan kawan kita yang berada di depan yang sedang kita ajak makan. Kemudian, mata kita pun sedang melihat mereka, sedangkan mulut kita justru sedang asyik mengunyah makanan tersebut. Itupun yang menggerakan merupakan pikiran di bawah sadar kita. Jadi, banyak sekali di kehidupan kita itu, kita lakukan menggunakan pikiran bawah sadar.

Apalagi kalau dalam kehidupan sehari-hari, kita memiliki kegiatan yang begitu banyak. Mungkin saja kita kalah, hal-hal yang kita sadari 2-5% itu memang baik, tapi sisanya yang 95% itu kemungkinan besar merupakan pikiran yang buruk. Kita berpikir ini, berpikir itu. Dengan kata lain, pikiran kita begitu liar. Oleh karena itu, kita kalah.

Contoh yang baik andaikan kita sedang berlatih untuk bermain tenis meja. Mula-mula kan hari pertama kita diajarkan bagaimana cara service, malakukan smash, baik ke arah kiri ataupun kanan, lalu mempelajari cara mempelintir bolanya biar hasil pukulan kita tidak mudah untuk dikembalikan oleh lawan. Tentu saja, supaya bisa bermain tenis meja di level tersebut, diperlukan latihan beberapa hari dengan penuh perhatian, sungguh-sungguh, dan kita harus sadar dalam melakukannya. Akan tetapi, lama-lama, setelah beberapa hari atau beberapa minggu, ketika kita main tenis meja, sambil ngomong-ngomong dengan teman pun bisa. Jadi, setengah sadar dan di bawah sadar kita sudah ikut bermain tenis meja.

Kehidupan juga serupa dengah hal tersebut. Jika kita rajin melatih pikiran yang baik, dalam hal ini yaitu pikiran yang harmonis. Setiap hari kita latih dengan bermeditasi. Kita meluangkan waktu dan menyempatkan diri untuk berlatih menguatkan pikiran yang harmonis. Nanti dalam hidup, dalam bertanding dalam hidup, mungkin kegiatan 2-5% kita sudah bagus. Nah di bawah sadar kita yang 95%, karena kita latih setiap hari, ada kemungkinan banyak bagusnya juga, kita reflek sehingga kesehatan dan ketenangan bisa kita peroleh. Jadi, dalam hal ini, yaitu dalam bermeditasi, hidup adalah pertandingan, maksudnya harus dilatih supaya kita berhasil memenangkan pertandingan dalam proses kehidupan ini. Dengan kata lain, dalam hidup, kita berhasil memunculkan lebih banyak pikiran yang baik, dibandingkan pikiran yang buruk.

Agar kita memenangkan pertandingan tersebut, usahakanlah berlatih meditasi setiap hari. Mungkin 30 menit ataupun 45 menit, sehingga dalam menghadapi proses kehidupan, lebih banyak pikiran baik yang muncul untuk menjaga diri kita.

Dalam hal apapun, jika kita mengetahui tujuannya, semangat akan muncul dengan sendirinya. Selanjutnya, Lakukanlah dengan tekun dan evaluasi dengan baik, maka kesuksesan akan kita peroleh. Sudahkah kita melatih pikiran agar kuat memegang tujuan/cita-cita kita?

Free photo Energy Yoga Meditation Relaxation Aura Chakra - Max Pixel

If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of hundred battles.
If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat.
If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle
.”

Sun Tzu. The Art of War

Hal-Hal yang Tidak Bisa Dihindari dalam Hidup

Kehidupan banyak menyimpan hal yang misterius atau katakanlah rahasia alam yang kadang-kadang tidak kita mengerti. Ada juga kejadian yang sebetulnya bisa kita hindari, tetapi karena kelengahan kita, justru terjadi. Oleh karena itu, banyak hal yang tidak bisa kita hindari dalam hidup.

Salah satu contoh yang tidak bisa kita hindari adalah masa pandemi covid-19. Sudah hampir dua tahun kita berusaha sebaik mungkin untuk menjaga diri dan mengikuti protokol kesehatan serta anjuran dari pemerintah maupun para ahli. Mulai dari makan-makanan yang bergizi, beristirahat yang cukup dan berolahraga, kemudian berjemur dan melakukan vaksinasi. Akan tetapi, hal yang tidak kalah penting dalam menjaga kesehatan diri kita tidak melulu berhubungan dengan jasmani, kita juga perlu menaruh perhatian untuk kesehatan batin kita.

Kesehatan batin dapat dirawat melaui meditasi, sehingga membantu kita menguatkan sistem imun dari dalam. Selain itu, meditasi juga melatih pikiran agar kuat menghadapi keadaan di sekitar kita. Walaupun demikian, kadang-kadang tetap saja ada kejadian yang tidak bisa kita hindari, yang dalam bahasa yang baik, mungkin itu memang sudah jalan hidup atau waktunya tidak dapat dihindari.

Beberapa bulan terakhir, seringkali kita mendengar orang-orang terdekat dari kita yang terkena covid, lalu dirawat di rumah sakit, dan akhirnya meninggal dunia. Mengapa itu bisa terjadi? Karena hidup itu penuh dengan banyak kondisi yang kadang-kadang memang kita harus berani menghadapinya, harus belajar menerima, karena semata-mata memang tidak bisa dihindari. Seumpama kita dilahirkan di suatu negara dengan suku dan ras tertentu yang memang tidak bisa ktia pilih.

Sekalipun kondisi buruk menimpa hidup kita, bukan berarti tidak ada kondisi-kondisi baik yang kita miliki. Terlahir di keluarga yang baik, di negara yang aman, sehat, dan masih bisa melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa tentu merupakan hal-hal yang patut untuk disyukuri.

Nah, sekiranya hal buruk datang, kita harus hadapi karena hidup ini berproses. Belajarlah untuk menghadapi dan berusaha sebaik mungkin. Apabila kita mampu hadapi dengan pengertian yang benar, tenang dan penuh dengan keseimbangan batin, hal yang buruk pun tetap bisa kita gunakan untuk melatih diri supaya memiliki batin yang lebih bagus.

Andaikan hal buruk terjadi di lingkungan sekitar kita, bergegaslah melakukan perbuatan baik supaya meringankan beban mereka. Dengan demikian, kita mengembangkan batin menjadi lebih baik. Kalau pun kita sendiri yang mengalami hal yang buruk, dengan melihat kebenaran yang terjadi, hal tersebut bisa membuat kita transform menjadi lebih bijaksana. Malahan apabila tingkat kebijaksaan yang dimiliki sudah tinggi, kita bisa mengubah hal yang buruk menjadi lebih baik untuk orang di sekitar kita ataupun diri sendiri.

Singkatnya, kita harus berani untuk menghadapi hal buruk yang tidak bisa kita hindari, kita harus belajar mengondisikan dan menyiapkan badan ini untuk menghadapinya sebaik mungkin. Pikiran kita dilatih sebaik mungkin sehingga hal-hal yang buruk itu bisa dikurangi ataupun dihindari. Kalau pun tetap terjadi, kita bisa menghadapinya dengan tenang dan bahagia, dalam artian kita melihat kebenaran dari peristiwa tersebut.

Setidaknya 8 peristiwa yang tidak mungkin kita hindari dalam hidup ini, mulai dari untung >< rugi, dipuji >< dicela, terkenal >< disisihkan, suka >< duka.  Hidup kita akan jauh lebih ringan asalkan kita memahami kebenaran tersebut. Proses memahami kebenaran tersebut akan jauh lebih mudah bila kita memiliki pikiran yang harmonis.

Pikiran yang harmonis adalah pikiran yang sedikitnya memiliki 4 faktor, mulai dari konsentrasi, kesadaran, cinta kasih, dan kebijaksanaan. Dalam bahasa lainnya, kita bisa katakan, pikiran harmonis adalah pikiran yang memiliki otot sabar, sadar, hati yang lembut dan bijaksana.

Pikiran harmonis muncul ketika kita bisa menerima dengan lembut apapun yang terjadi (otot kelembutan), lalu pikiran dapat diarahkan sesuai kebutuhan (mau diletakkan di lubang hidung, mau diarahkan ke lengan bagian atas, maka pikiran dapat diletakkan disana – otot konsentrasi), menyadari/mengetahui rasa apapun yang muncul saat ini (otot kesadaran), mengalami perubahan dan mencatat kebenaran bahwa dia tidak kekal (otot kebijaksanaan). Ini perlu dilatih terus-menerus dan harus dibiasakan untuk dipakai dalam kehidupan sehari-hari.

Supaya bisa mengetahui apakah kita sudah memiliki pikiran harmonis atau belum, kita bisa menilai dalam keseharian kita, kalau pikiran sudah lembut, damai, bahagia, dan bijaksana dengan apapun yang dialami atau dihadapi maka pikiran harmonis sudah berjalan dengan benar.

Pikiran harmonis yang sudah terlatih dengan baik dapat digunakan untuk menjaga kesehatan badan, membantu menyembuhkan sakit atau permasalahan yang ada di badan dan juga untuk melepaskan reaksi-reaksi buruk dari memori.

Sekiranya ada yang tertarik lebih jauh untuk mengenal pikiran harmonis melalui meditasi, aku menyarankan untuk mengikuti Program Pelatihan Meditasi Bali Usada Reguler 1 yang mengajarkan dan melatih pikiran harmonis secara terstrukur dan sistematis. Bagaimanapun, aku sungguh yakin, orang yang memiliki batin yang penuh dengan kebahagiaan tidak mungkin bisa menyakiti makhluk ataupun pihak yang lain.

Sekian yang bisa aku bagikan kali ini dan sampai jumpa di post selanjutnya
Semoga semua hidup berbahagia..

Copyright © 2022 - Wilsen

UP ↑